Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

377 Sekolah Rusak dan Terdampak Banjir di Tapteng Aktivitas Belajar Mulai Berjalan

377 Sekolah Rusak
Skintific

377 Sekolah Rusak dan Terdampak Banjir di Tapteng, Aktivitas Belajar Mulai Berjalan

Newsporium Sabang – 377 Sekolah Rusak Bencana banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) di Sumatera Utara mengakibatkan kerusakan parah pada lebih dari 377 sekolah di berbagai kecamatan. Dari jumlah tersebut, banyak di antaranya mengalami kerusakan berat yang menghambat proses belajar mengajar. Namun, meskipun tantangan besar masih dihadapi, sejumlah sekolah yang terdampak kini mulai melanjutkan aktivitas belajar dengan berbagai penyesuaian untuk memulihkan kondisi pendidikan pasca-bencana.

Banjir yang terjadi pada Desember 2025 menggenangi sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah, termasuk daerah Sarudik, Tapian Nauli, dan Pinangsori. Selain merendam pemukiman warga, bencana ini juga menghancurkan fasilitas pendidikan, termasuk ruang kelas, peralatan sekolah, serta sarana dan prasarana lainnya.

Skintific

Kerusakan yang Terjadi di Sektor Pendidikan

Dari total 377 sekolah yang terdampak, baik sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA), lebih dari 100 sekolah mengalami kerusakan parah, seperti dinding roboh, atap rusak, dan lantai yang terendam lumpur. Sebagian besar sekolah ini berada di daerah-daerah yang cukup terpencil, sehingga akses untuk perbaikan dan pemulihan menjadi lebih menantang.

“Banjir ini telah menyebabkan kerusakan yang luar biasa, tidak hanya pada bangunan fisik sekolah, tetapi juga mengganggu proses pembelajaran anak-anak kami,” kata Hasanuddin Siregar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah. “Namun, kami berusaha secepat mungkin untuk memperbaiki fasilitas yang rusak agar pendidikan bisa kembali berjalan dengan normal.”377 Sekolah Rusak dan Terdampak Banjir di Tapteng, Aktivitas Belajar Mulai  Berjalan

Baca Juga: UMP Aceh Tahun 2026 Naik Jadi Rp 3,9 Juta

Upaya Pemulihan dan Pembelajaran yang Berjalan

Meskipun banyak sekolah yang rusak, pemerintah daerah bersama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat telah mengambil langkah-langkah untuk memulihkan sektor pendidikan. Beberapa langkah yang telah dilakukan termasuk:

Pemulihan Bangunan Sekolah
Pihak terkait telah mendistribusikan material bangunan untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang. Untuk sekolah yang mengalami kerusakan parah, pihak berwenang berencana untuk membangun kembali dengan anggaran darurat yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan Pembelajaran di Tenda Darurat
Beberapa sekolah yang kondisinya masih memungkinkan untuk mengadakan pembelajaran telah memanfaatkan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara. Meskipun dengan fasilitas terbatas, para guru dan siswa tetap semangat menjalankan aktivitas belajar. Di beberapa lokasi, pemerintah setempat juga menyiapkan tempat pembelajaran sementara di ruang publik atau balai desa.

Dukungan dari Komunitas dan Lembaga Pendidikan

Bantuan juga datang dari berbagai organisasi non-pemerintah dan lembaga pendidikan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa proses belajar mengajar dapat berjalan meski dalam kondisi sulit. Beberapa lembaga pendidikan swasta bahkan mengirimkan sukarelawan untuk membantu mendirikan sekolah darurat dan memberikan materi pelajaran.

“Kami menyadari bahwa pendidikan adalah salah satu kunci utama untuk memulihkan daerah yang terkena dampak bencana,” ujar Maya Sari, perwakilan dari Yayasan Peduli Pendidikan. “Kami berusaha memberikan dukungan untuk membantu anak-anak melanjutkan belajar, baik secara langsung maupun melalui platform daring jika memungkinkan.”

377 Sekolah RusakTantangan yang Masih Dihadapi

Beberapa daerah yang sangat terpencil masih kesulitan mendapatkan akses internet yang stabil, yang menjadi kendala utama bagi pelaksanaan pembelajaran daring.

Selain itu, adanya kekurangan tenaga pengajar di beberapa daerah juga menjadi isu besar.

“Kendala terbesar saat ini adalah kekurangan guru pengganti di beberapa lokasi, serta peralatan teknologi yang masih terbatas. Tapi kami terus berusaha mengatasinya dengan mendatangkan lebih banyak tenaga pengajar dan membangun jaringan internet di area yang belum terjangkau,” kata Hasanuddin Siregar.

377 Sekolah Rusak Ke Depan: Pendidikan yang Lebih Tangguh

Bencana banjir di Tapanuli Tengah memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya ketahanan infrastruktur pendidikan dalam menghadapi bencana alam. Pemerintah daerah bersama dengan Kementerian Pendidikan berencana untuk memperkenalkan konsep “Sekolah Tangguh Bencana” di daerah rawan bencana, dengan tujuan untuk memperkuat infrastruktur sekolah dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di masa depan.

“Kami ingin memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak akan menghambat pendidikan anak-anak kita lagi di masa depan,” tambah Hasanuddin. “Ke depannya, kami akan fokus pada penguatan infrastruktur pendidikan yang tahan bencana agar ketika terjadi lagi, kegiatan belajar mengajar bisa tetap berjalan dengan lancar.”

Kesimpulan

Meskipun 377 sekolah di Tapanuli Tengah rusak akibat banjir, upaya pemulihan dan dukungan dari berbagai pihak telah membawa dampak positif terhadap kelangsungan pendidikan di daerah tersebut. Dengan adanya tenda darurat, bantuan peralatan sekolah, serta upaya pemulihan psikologis, anak-anak dan guru di daerah terdampak mulai kembali melanjutkan kegiatan belajar mengajar.

 Dengan demikian, harapan besar muncul bahwa pendidikan akan menjadi kekuatan utama dalam membangun kembali daerah yang terdampak bencana.

Skintific