Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Hujan Deras di Wilayah Hulu 10 Desa di Pasuruan Terdampak Banjir

Hujan Deras di Wilayah
Skintific

Hujan Deras di Wilayah Hulu, 10 Desa di Pasuruan Terdampak Banjir

Newsporium Sabang – Hujan Deras di Wilayah  yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Pasuruan sejak Senin malam, 16 Januari 2026, menyebabkan banjir di sepuluh desa di daerah tersebut. Air yang meluap dari sungai-sungai kecil yang ada di kawasan pegunungan menggenangi rumah-rumah warga, jalan-jalan utama, serta area pertanian yang ada di sekitar desa. Hingga pagi hari, sebagian besar desa yang terdampak banjir masih terisolasi, dan upaya evakuasi serta penanganan sedang dilakukan oleh petugas gabungan.

Desa-desa yang terendam banjir meliputi wilayah di sekitar Kecamatan Purwodadi, Tosari, dan Pasrepan, yang merupakan daerah hulu dari sungai-sungai besar yang mengalir ke bawah. Banjir kali ini cukup parah, mengingat curah hujan yang tinggi selama lebih dari 12 jam yang menyebabkan aliran air dari pegunungan tidak mampu tertampung oleh saluran drainase yang ada.

Skintific

Banjir Meluap Hingga 1 Meter di Beberapa Titik

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melaporkan bahwa ketinggian air di sejumlah titik mencapai 1 meter. Beberapa rumah warga, terutama yang terletak di daerah dataran rendah dan dekat sungai, terendam air hingga hampir mencapai atap rumah. Selain itu, akses ke beberapa desa juga terputus akibat banjir yang menggenangi jalan utama.

“Banjir kali ini cukup besar. Di beberapa desa, air sudah mencapai hampir 1 meter dan menggenangi rumah-rumah warga. Kami sedang melakukan evakuasi warga yang terjebak di dalam rumah mereka, dan mempersiapkan bantuan makanan serta kebutuhan darurat,” kata Budi Santoso, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, dalam wawancara dengan media lokal.

Banjir yang terjadi juga berdampak pada sektor pertanian, di mana sawah-sawah milik petani terendam air dan terancam gagal panen. Warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari bertani sangat merasakan dampak besar dari bencana alam ini.Permukiman dan Pasar di Kota Pasuruan Banjir Diterjang Hujan Deras

Baca Juga: Mengintip Sistem Parkir Motor di Luar Stasiun KRL: Dari Tarif Tetap hingga Parkir Valet

Akses Terputus, Warga Terisolasi

Beberapa desa yang terdampak banjir, seperti Desa Ranupane, Desa Wonosari, dan Desa Krajan, terputus dari akses utama akibat banjir yang menggenangi jalan-jalan utama yang menghubungkan mereka dengan pusat kecamatan. Petugas dari BPBD dan tim SAR dibantu oleh polisi dan TNI untuk melakukan evakuasi warga serta menyalurkan bantuan.

Namun, upaya evakuasi tidaklah mudah mengingat ketinggian air yang semakin meningkat. Di beberapa titik, kendaraan tak dapat lagi melintas, dan warga terpaksa dipindahkan menggunakan perahu karet atau kendaraan roda dua.

“Jalan utama menuju desa kami tertutup air, jadi kami harus evakuasi dengan perahu. Banyak warga yang masih bertahan di rumah karena tidak bisa pergi ke mana-mana,” ungkap Yudianto, salah satu warga Desa Tosari yang terisolasi akibat banjir.

Selain itu, jaringan listrik di beberapa wilayah juga terputus, menyebabkan beberapa desa gelap gulita. Pemerintah daerah pun sedang berupaya agar pemeriksaan dan perbaikan instalasi listrik dapat dilakukan secepatnya.

Potensi Banjir Susulan, Warga Diminta Waspada

Menurut perkiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat diperkirakan akan terus mengguyur wilayah Pasuruan selama beberapa hari ke depan. Hal ini membuat potensi terjadinya banjir susulan di wilayah hulu masih cukup tinggi, terutama jika curah hujan yang turun tetap dalam intensitas tinggi.

Pihak BPBD dan aparat setempat sudah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana banjir susulan. Selain itu, warga juga diminta untuk menghindari jalur-jalur yang terendam serta tetap mengikuti perkembangan cuaca melalui saluran komunikasi resmi.

“Kami meminta warga untuk tetap siaga dan menghindari daerah yang rawan terkena banjir. Jika cuaca masih ekstrem, kami khawatir akan ada banjir susulan. Kita harus selalu waspada,” kata Budi Santoso, Kepala BPBD Pasuruan.

Pemerintah Daerah Siapkan Bantuan Darurat

Selain itu, dapur umum juga telah didirikan di beberapa titik untuk memastikan distribusi logistik bagi warga yang terisolasi.

“Bantuan darurat sudah kami siapkan, dan tim kami akan terus bekerja untuk membantu warga yang terdampak. Kami juga sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi,” ujar Budi Santoso.

Sejumlah relawan dari berbagai komunitas dan organisasi sosial juga ikut terlibat dalam memberikan bantuan kepada para korban banjir. Mereka bekerja sama dengan aparat pemerintah dalam proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemantauan kondisi di lapangan.

Tantangan Infrastruktur dan Penanganan Banjir di Wilayah Hulu

Banjir yang terjadi di wilayah hulu Pasuruan ini kembali mengingatkan pentingnya penataan infrastruktur yang lebih baik untuk menangani bencana alam seperti ini. Selain itu, saluran drainase dan normalisasi sungai di kawasan tersebut juga perlu diperbaiki untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Kami berharap pemerintah lebih serius dalam menangani masalah banjir, terutama di daerah hulu.

Kesimpulan: Waspada Banjir dan Pentingnya Mitigasi Bencana

Masyarakat di wilayah tersebut juga diminta untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan deras yang masih bisa mengancam keberlanjutan bencana.

Skintific