Puluhan Ton Balok Limbah Banjir Menumpuk di Jembatan Awe Geutah Paya Bireuen, Akses Warga Terancam Putus
Newsporium Sabang – Puluhan Ton Balok Setelah banjir besar melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Bireuen, dampak lanjutan kembali muncul di Gampong Awe Geutah Paya, Kecamatan Peusangan. Puluhan ton balok kayu dan material limbah banjir tersangkut di bawah jembatan utama desa, menimbulkan kekhawatiran akan ancaman kerusakan serius jika tidak segera dibersihkan.
Tumpukan material itu berasal dari kawasan hulu yang terbawa arus ketika debit air sungai meningkat drastis. Balok-balok besar tersangkut pada pilar jembatan dan terus menumpuk seiring kuatnya arus banjir. Kondisi ini menyebabkan aliran air tertahan dan mengalir tidak normal, membuat warga khawatir jembatan dapat runtuh sewaktu-waktu.
Warga: ‘Kami Takut Jembatan Ini Tak Mampu Menahan Tekanan’
Seorang warga setempat menyebutkan bahwa sejak pagi, tumpukan material terus bertambah. “Baloknya besar-besar, banyak sekali. Kalau air naik lagi, kami takut jembatan ini tidak sanggup menahan tekanan dari tumpukan itu,” ujarnya.
Warga yang setiap hari menggunakan jembatan tersebut untuk menuju sekolah, pasar, dan kebun kini harus lebih berhati-hati. Beberapa orang bahkan memilih tidak melintas karena khawatir terjadi pergeseran pada struktur jembatan.
Baca Juga: Langsa Minta Bantuan Pusat 170 Ribu Terdampak
Puluhan Ton Balok Akses Desa Terancam Jika Jembatan Rusak
Jembatan Awe Geutah Paya merupakan satu-satunya akses vital yang menghubungkan warga dengan jalur kecamatan. Jika jembatan rusak atau putus, wilayah itu akan terisolasi, menyulitkan distribusi logistik, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, aliran air yang terhambat meningkatkan risiko banjir susulan jika hujan turun kembali. Air yang tertahan berpotensi meluap ke permukiman di sekitar bantaran sungai.
BPBD dan Relawan Mulai Turunkan Alat Berat
Tim BPBD Bireuen bersama relawan mulai melakukan peninjauan lokasi dan menyiapkan langkah pembersihan material. Proses penanganan diperkirakan tidak mudah, mengingat ukuran balok kayu yang besar dan jumlahnya yang puluhan ton.
“Pembersihan harus menggunakan alat berat. Kami sedang mengatur posisi alat agar bisa menjangkau bagian bawah jembatan tanpa merusak struktur yang sudah melemah,” ujar salah satu petugas.
Pihak kecamatan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk memastikan keamanan jembatan dan mencegah potensi kerusakan lebih parah.
Warga Diimbau Hindari Melintas Sementara Waktu
Pemerintah gampong telah memasang tanda peringatan dan meminta warga tidak mendekat saat proses pembersihan berlangsung.
Pemerintah daerah mengimbau agar masyarakat segera melapor jika melihat tanda-tanda kenaikan tinggi air.












