KONI Aceh Kekosongan dan Proses Pemilihan Ketua Umum KONI Aceh
Newsporium Sabang – KONI Aceh Setelah wafatnya Ketua Umum incumbent H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak) pada 19 Maret 2025 saat menjalankan ibadah umrah, jabatan Ketua Umum KONI Aceh kini kosong. Jajaran tim penjaringan tengah bersiap memulai proses seleksi untuk posisi krusial ini. Salah satu kandidat yang sudah angkat nama adalah Tgk Anwar Ramli, yang dikabarkan telah mengantongi 38 surat dukungan dari berbagai Pengprov cabang olahraga dan KONI Kabupaten/Kota se-Aceh
KONI Aceh secara resmi akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) pada September 2025 — sebagai forum pemilihan Ketua Umum periode berikutnya
1. Proses Penjaringan: Mekanisme, Dukungan, dan Transparansi
Proses awal penjaringan bakal calon telah berjalan dengan menetapkan sejumlah persyaratan penting. Minimal, kandidat harus mendapat dukungan 30% dari KONI Kabupaten/Kota dan 30% dari Pengprov cabang olahraga aktif Mekanisme ini diimplementasikan untuk menjaga legitimasi dan menghindari monopoli calon tunggal.
Sejumlah pegiat menyebut persyaratan seperti ini dapat menjadi “upaya penggiringan secara tidak sehat untuk kursi Ketum”
2. KONI Aceh Siapakah yang Maju?
Tgk Anwar Ramli: Calon Terdepan
Tgk Anwar telah menyatakan kesiapan maju sebagai kandidat. Ia mengklaim telah menerima 38 surat dukungan resmi dari Pengprov cabor maupun KONI Kabupaten/Kota Ia dipandang sebagai sosok berpengalaman dan memiliki dukungan politik kuat melalui jaringan Partai Aceh.
Pon Yahya: Figur Alternatif
Juga muncul nama Saiful Bahri (Pon Yahya), politisi dan penggemar olahraga yang dukungannya terus mengalir. Ketua KONI Aceh Jaya menyebutnya sebagai figur tepat karena memiliki pengalaman organisasi dan jaringan luas untuk meneruskan estafet kepemimpinan pasca wafatnya Abu Razak
Baca Juga:Indonesia Incorporated Berkeadilan dan Berkelanjutan
3. KONI Aceh Mengapa Momentum Ini Penting?
Konsistensi Program dan Pembinaan
Kekosongan jabatan bisa menghambat program pembinaan dan target prestasi, termasuk persiapan menuju event nasional atau regional seperti PORA 2026 dan PON mendatang.
Menjaga Institusi Tetap Inklusif
Penjaringan yang terbuka dan adil menjadi indikator penting apakah mampu mengakomodasi aspirasi berbagai pihak, bukan hanya elit tertentu.
Stabilitas Organisasi
Musorprovlub dapat menjadi titik pemulihan dan konsolidasi, sekaligus mencerminkan tanggung jawab moral kolektif dalam pengelolaan organisasi olahraga.
4. Skema Ringkas Proses dan Kandidat
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Situasi Saat Ini | Kekosongan Ketua Umum pasca wafatnya Abu Razak (19 Maret 2025) |
| Rencana Pemilihan | Musorprovlub dijadwalkan September 2025 |
| Persyaratan Formal | Dukungan minimal 30% dari KONI Kab/Kota dan Pengprov Cabor |
| Kandidat Muncul | Tgk Anwar Ramli (dukungan 38 surat), Pon Yahya (figura alternatif) |
| Isu Utama | Transparansi, kepatuhan AD/ART, inklusivitas, kesinambungan program |
5. Kesimpulan: Pilar Menuju Pemilihan yang Legitimate
Proses penjaringan calon Ketua Umum saat ini berada di titik krusial. Pilihannya akan sangat menentukan arah kebijakan dan pembinaan prestasi olahraga daerah di tahun-tahun mendatang. Apabila seluruh mekanisme ini berjalan adil, terbuka, dan sesuai aturan, mampu menunjukkan karakter institusi yang tangguh dan demokratis.














